Wednesday, April 29, 2015

PROSPEK UKM DALAM ERA PERDAGANGAN BEBAS DAN GLOBALISASI DUNIA


Bagi setiap unit usaha dari semua skala dan di semua sektor ekonomi, era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomian dunia di satu sisi akan menciptakan banyak kesempatan. Namun disisi lain juga menciptakan banyak tantangan yang apabila tidak dapat dihadapi dengan baik akan menjelma sebagai ancaman.bentuk kesempatan dan tantangan yang akan muncul tentu akan berbeda menurut jenis kegiatan ekonomi  yang berbeda. Globalisasi perekonomian dunia juga memperbesar ketidakpastian terutama karena semakin tingginya mobilisasi modal, manusia, dan sumber daya produksi lainnya serta semakin terintegrasinya kegiatan produksi, investasi, dan keuangan antar Negara yang antara lain dapat menimbulkan gejolak-gejolak ekonomi disuatu wilayah akibat pengaruh langsung dari ketidakstabilan ekonomi diwilayah lain.
 
PEMBAHASAN
Sifat alami dari keberadaan UKM
Data mengenai jumlah UKM yang disajikan di atas menunjukkan bahwa jumlah UKM bertambah terus setiap tahun, terkecuali tahun 1998, pada saat banyak perusahaan dari semua skala usaha menghentikan kegiatan produksi mereka karena krisis ekonomi. Berdasarkan data tersebut, dapat diperkirakan bahwa jumlah UKM sekarang dan tahun-tahun berikutnya akan terus meningkat. Dengan kata lain, tidak ada alasan kuat untuk  memprediksi bahwa tahun 2003 dan seterusnya jumlah UKM akan berkurang, tentu dengan asumsi bahwa krisis ekonomi seperti yang terjadi pada tahun 1998 tidak terjadi lagi. Itupun jika diperhatikan, dampak krisis tersebut berbeda terhadap skala usaha yang berbeda, laju pertumbuhan negatif dari jumlah UK lebih kecil dibandingkan apa yang dialami oleh UM dan UB. Perbedaan ini di satu sisi memberi suatu kesan bahwa pada umumnya UK lebih “ tahan banting” dibandingkan dua kelompok usaha lainnya itu dalam menghadapi suatu gejolak ekonomi, dan di sisi lain menimbukann suatu pertanyaan , kenapa di dalam UKM itu sendiri ada perbedaan antara UK dan UM dalam kemampuan menhadapi suatu krisis ekonomi ?
Implikasi dari sifat alami ini berbeda dengan UM dan UB. UK sebenarnya tidak terlalu tergantung pada fasilitas-fasilitas dari pemerintah termasuk skim-skim kredit murah. Banyak study yang menunjukkan bahwa ketergantungan UK terhadap modal dari sumber-sumber informal jauh lebih besar daripada terhadap kredit perbankan karena berbagai alasan. Memang disatu sisi , karena kebanyakan UK di Indonesia tidak menggunakan L professional dan tidak memakai mesin dan alat-alat produksi modern, daya saing UK Indonesia lebih rendah dibandingkan daya saing dari UK di Negara-negara seperti Taiwan, singapura, jepang, dan korea selatan.akan tetapi, di sisi lain UK di Indonesia tetap survive dan bahkan jumlahnya bertambah terus setiap tahun.
Dari sisi permintaan, salah satu dampak negatif dari krisis ekonomi tahun 1998 yang sangat nyata adalah merosotnya tingkat pendapatan riil masyarakat per kapita.penurunan pendapatan ini juga berarti penurunan permintaan agregat, baik terhadap produk-produk buatan dalam negeri maupun M yang selanjutnya berdampak negatif terhadap pertumbuhan kegiatan-kegiatan ekonomi didalam negeri. Seperti telah dijelaskan diatas, UK di Indonesia di dominasi oleh usaha-usaha tradisional yang membuat produk-produk  sederhana atau inferior,  yakni produk-produk yang elastisitas pendapatan dari permintaannya negatif atau positif, tetapi lebih kecil daripada satu. Artinya, jika pendapatan meningkat, permintaan terhadap produk-produk UK menurun atau meningkat namun dalam satu persentase yang lebih kecil dari pada persentase perubahan pendapatn tersebut.jadi, selama krisi ekonomi, kemungkinan besar telah terjadi suatu transformasi permintaan dari barang-barang ferior yang dibuat oleh UM atau UB atau M ke barang-barang inferior buatan UK.
Berdasarkan pembahasan diatas, dapat dipahami kenapa UK di Indonesia hingga saat ini tetap ada, bahkan jumlahnya terus bertambah walaupun mendapat persaingan ketat dari UM, UB dan dari produk-produk M , serta iklim berusaha yang selama ini terlalu kondusif akibat kebijakan-kebijakan pemerintah yang dalam prakteknya tidak terlalu”pro” UK.sesuai sifat alaminya seperti yang dibahas diatas, keberadaan UK di Indonesia erat kaitannya dengan kemiskinan, baik dari sisi pasar L maupun sisi pasar output.
Kemampuan UKM
Dalam era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomiian dunia, kemajuan T, penguasaan ilmu pengetahuan, dan kualitas SDM yang tinggi merupakan tiga faktor keunggulan kompetitif yang akan menjadi dominan dalam menentukan bagus tidaknya prospek dari suatu usaha. Dengan kata lain, walaupun UKM Indonesia punya banyak keunggulan komperatif dibandingkan UB seperti potensi pasar domestik yang besar , padat karya, dan ketergantungan pada M yang rendah, namun akan sulit bertahan atau berkembang jika pengusaha kecil dan menengah Indonesia tidak memiliki ketiga keunggulan kompetitif tersebut . bahkan, UKM Indonesia akan terancam tergusur dari segmen pasarnya sendiri oleh produk-produk M dengan harga yang lebih murah dan kualitas nya serta disain yang lebih baik, seperti yang terjadi sekarang dengan membanjirnya barang-barang dari cina sampai ke pasar-pasar tradisional. Sayangnya ketiga faktor keunggulan kompetitif tersebut masih merupakan kelemahan utama dari sebagian besae UKM di Indonesia.
Penutup
Didalam  era perdagangan bebas dan globalisasi perekonomian dunia, lingkungan eksternal domestik dipengaruhi oleh tiga faktor penting, yang merupakan tiga tantangan yang dihadapi oleh setiap perusahaan di Indonesia. Jika perusahan-perusahaan di Indonesia tidak siap, tantangan-tantangan tersebut bisa berubah menjadi empat ancaman. Ketiga faktor tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Mampukah UKM meningkatkan ekspor ?
  2. Mampukah UKM bersaing dengan produk-produk M ?
  3. Mampukah Indonesia menciptakan lingkungan yang kondusif agar investasi dari luar, baik dalam bentuk investtasi langsung(PMA) atau investasi meningkat, dan dimanfaatkan oleh UKM sebagai salah satu sumber penting bagi perkembangan dan pertumbuhan usahanya(misalnya UKM menjadi industri pendukung atau subkontraktor bagi PMA) ?
Survei yang dilakukan HSBC menyatakan, 13 persen usaha kecil menengah (UKM) Indonesia merencanakan menambah karyawan pada 2009 meski perekonomian 2009 cenderung menurun.
UKM melihat kebutuhan tenaga kerja saat ini dipergunakan sebagai persiapan saat perekonomian menjadi membaik,* kata Kepala Divisi UKM HSBC Indonesia, Steven Miller, akhir Januari lalu. Menurutnya, dari hasil survei menyatakan bahwa 80 persen UKM akan mempertahankan pegawai dan hanya 7 persen yang berencana untuk mengurangi jumlah pegawai.
Hasil survei menyatakan, dari 13 persen yang berencana menambah pegawai, sekitar 11 persen berencana meningkatkan jumlah pegawa* hingga 20 persen, dua persen berencana meningkatkan pegawai lebih dari 20 persen. Sementara dari 7 persen UKM yang mengurangi jumlah tenaga kerja, pengurangan sampai 20 persen pegawai sekitar 6 persen dan hanya 1 persen yang mengurangi pegawai lebih dari 20 persen.
Artinya, persoalan sumber daya manusia (SDM) pun di tingkat UKM sama peliknya dengan sebutlah, sebuah usaha besar. Sandiaga Uno mengatakan, SDM adalah faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi itu, mengakui pula bahwa kultur UKM yang tidak profesional menjadi kendala peningkatan kualitas SDM itu sendiri. “Rendahnya tingkat daya saing UKM disebabkan kualitas SDM, katanya, prihatin.
Sandiaga menekankan, SDM yang baik dapat membantu UKM dalam menyerap pengetahuan dan memenuhi kebutuhan pasar, serta dengan SDM yang berkualitas dipastikan dapat meningkatkan kepercayaan perbankan atau lembaga keuangan lain untuk memberikan kredit modal kepada UKM.
Banyak cara untuk meningkatkan kualitas SDM di UKM-UKM, antara lain dengan peningkatan learning center dan pelatihan para pengusaha UKM atau Klinik Usaha, serta sinergi antara penguasaan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta pengembangan SDM dan faktor kepemimpinan dalam UKM akan menjadikan UKM lebih kuat dalam persaingan di dunia usaha lokal ataupun global.

Referensi :
·        Tulus tambunan : perekonomian indonesia
·        https://anisa26.wordpress.com/2011/04/14/usaha-kecil-dan-menengah/

No comments:

Post a Comment